Halaman

Cerita Dewasa | Teman Di Rumah Kontrakan

Namaku Dewi. Tiga tahun yang lalu waktu aku masih kuliah di Jakarta, aku tinggal di rumah kontrakan dengan tiga teman lainnya. Di kontrakan itu kami tinggal berempat, aku dan Wendy teman kampusku serta dua pria anak kampusku juga walaupun mereka berbeda jurusan. Sebelumnya aku tinggal di tempat kos, juga di daerah Tomang, dan Wendy yang mengajakku untuk mencari rumah kontrakan di dekat kampus. Setelah dipikir-pikir memang lebih enak untuk tinggal di rumah kontrakan karena yang tinggal tidak terlalu banyak seperti tempat kos pada umumnya dan juga biayanya tidak jauh beda karena semua pengeluaran bisa dibagi berempat.

Sebagai gambaran, waktu itu usiaku masih 20 tahun. Badanku tidak terlalu tinggi, 162 cm, tapi buah dadaku besar (36C) sehingga aku sering pakai baju yang longgar supaya tidak terlalu menarik perhatian. Menurutku wajahku tidak cantik-cantik amat, tapi memang tidak sedikit pria yang naksir aku, apalagi saat itu aku belum punya cowok. Waktu di SMU sampai tingkat pertama aku pernah pacaran tapi kemudian mantan cowokku ketahuan menyeleweng walaupun waktu itu aku sudah menyerahkan segalanya ke dia. Perlu waktu cukup lama bagi aku untuk mengobati sakit hatiku padanya.

Salah satu pria yang tinggal di kosku (sebut saja namanya Andi) sangat baik padaku dan aku punya perasaan kalau dia naksir aku. Andi selalu memberikan perhatian yang lebih kepadaku dan sering membawakan makan malam untukku. Sebenarnya aku juga suka padanya, tapi karena dia sendiri tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepadaku, aku bersikap biasa-biasa saja padanya. Kami sudah beberapa kali pergi nonton atau makan berdua tapi Andi belum juga berani bilang atau memintaku untuk jadi pacarnya.

Pada saat libur lebaran, aku memutuskan untuk tidak pulang ke kota asalku di Sumatra Selatan. Andi juga tetap tinggal di Jakarta sedangkan kedua temanku yang lain pulang. Pembantu juga pulang kampung, jadi tinggal aku dan Andi saja yang tinggal di rumah. Karena tidak ada pembantu, aku terpaksa melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian ataupun membersihkan rumah. Pada hari Minggu pagi sekitar jam 9 aku ke halaman belakang rumah untuk mencuci pakaianku. Biasanya kalau hari Minggu pagi Andi main tennis dengan teman-temannya sehingga waktu itu aku pikir tidak ada siapa-siapa di rumah.

Aku masih mengenakan baju tidurku, daster berwarna biru muda yang pendek dan tidak mengenakan bra. Biasanya aku selalu mengenakan bra bila keluar kamar, tapi pagi itu aku cuek saja karena aku pikir aku sendirian di rumah. Waktu mencuci pakaian aku duduk di kursi pendek. Rokku aku singkapkan dan kedua kakiku aku buka lebar agar mudah untuk mencuci pakaian. Arah dudukku menghadap jendela kamar Andi dan dari arah jendela, pahaku dan celana dalamku bisa terlihat jelas. Badanku juga berkali-kali membungkuk dan bila aku membungkuk buah dadaku sesekali terlihat karena potongan dada dasterku cukup rendah. Apalagi posisi dudukku dekat dengan jendela kamar Andi.

Waktu itu aku benar-benar tidak tahu kalau Andi ternyata tidak main tennis dan masih ada di kamarnya. Setelah aku hampir selesai mencuci pakaian aku menengok ke arah kamar Andi dan sangat kaget kalau ternyata dia berdiri di kamarnya sambil memandangi aku dari jendela. Memang aku tidak bisa melihat dia dengan jelas karena di luar terang sedangkan kamar Andi cukup gelap, apalagi masih ada kaca yang membatasi dia dengan aku. Aku sungguh terperanjat menyadari posisi dudukku dan bahwa Andi sudah berdiri di situ dari tadi sambil melihatku. Cepat-cepat aku atur posisi dudukku dan membetulkan posisi rokku. Andi kemudian keluar dan berjalan ke arahku. Dia minta maaf kalau dari tadi dia diam saja dan tidak kasih tahu aku kalau dia ada di kamar. Sambil menengok ke arah celananya dia juga bilang kalau penisnya berdiri karena terangsang melihatku. Mendengar itu mukaku langsung merah karena malu.

Siang harinya Andi mengajakku keluar makan dan untuk pertama kalinya dia mengungkapkan perasaannya kepadaku. Aku mengiakan dan memang sudah cukup lama aku menanti saat itu. Kami kemudian pergi nonton di Plaza Senayan dan begitu sampai rumah petang harinya Andi untuk pertama kalinya mencium aku. Aku balas ciumannya dan kemudian dia menarikku ke kamarnya. Kami berciuman sesaat dan tangannya mulai nakal dan menggerayangi buah dadaku walaupun aku masih mengenakan baju lengkap. Andi kemudian mengajakku ke kamar mandi. Aku bilang kalau aku malu dan tidak mau mandi bersama dia. Tapi kemudian dia menarikku ke kamar mandi dan kami kembali berciuman hebat.

Tangannya mengambil air di gayung tanpa sepengetahuanku dan tiba-tiba menyiramkan air ke kepalaku. Aku kaget setengah mati, tapi kemudian tertawa juga. Baju yang aku kenakan basah kuyup. Waktu itu aku mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana jeans. Walaupun masih mengenakan bra, buah dadaku tercetak jelas di balik kemejaku yang basah kuyup. Andi kemudian mundur ke arah dinding dan memintaku untuk melepaskan semua pakaianku.

Tidak tahu apa yang merasuki aku, waktu itu aku menuruti saja apa yang dia minta. Perlahan-lahan aku buka semua kancing bajuku dan setelah terbuka, kemejaku aku lempar ke lantai kamar mandi. Kemudian aku mulai melepaskan celana jeansku sehingga aku berdiri di hadapannya dengan hanya mengenakan celana dalam dan bra. Andi bilang kalau buah dadaku ternyata lebih besar dari apa yang dia pikir selama ini. Kemudian Andi mengambil air lagi di gayung dan mengguyurkannya ke badanku. Celana dalamku langsung basah kuyup dan bulu kemaluannku tercetak jelas di balik celana dalamku yang basah. Aku langsung bereaksi menutupi kemaluanku dengan tanganku sambil tangan satunya menutupi buah dada dan kedua putingku yang sekarang juga tampak samar-samar karena braku juga basah.

Andi hanya memandangi aku dan memintaku untuk melepaskan semua yang aku kenakan. Seperti kena sihir aku membalikkan badan dan melepaskan bra dan celana dalamku. Kemudian aku berbalik lagi dengan posisi tangan kanan di buah dadaku dan tangan kiri menutupi kemaluanku. Aku hanya berdiri menunduk dengan perasaan malu luar biasa karena baru pertama kali itu aku telanjang di depan Andi. Andi memintaku untuk menurunkan kedua tanganku ke samping dan masih dengan menunduk kedua tanganku aku turunkan perlahan-lahan. Badanku gemetar hebat karena malu dan kini aku berdiri telanjang bulat di hadapan Andi.

Buah dada dan putingku yang berwarna kecoklatan tidak ditutupi apa-apa lagi, juga kemaluanku yang ditumbuhi rambut cukup lebat. Andi masih berdiri menyender di dinding kamar mandi dengan baju lengkap dan terus memandangi aku sambil bilang kalau aku seksi. Lama kelamaan rasa maluku mulai hilang dan aku beranikan diri melihat ke arahnya. Andi lalu juga melepaskan semua pakaiannya dan dia berdiri di hadapanku dengan penis yang tegang dan mengarah ke atas.

Andi kemudian menghampiriku dan kembali mencumbuiku. Ciumannya mulai turun ke buah dadaku dan Andi lalu menghisap dan menjilati putingku. Memang itu adalah titik kelemahanku. Bila putingku dijilat atau dihisap, aku pasti langsung lupa daratan. Aku mulai mendesah-desah dan Andi semakin bernafsu menjilati putingku sambil tangannya turun dan memainkan clitorisku. Vaginaku mulai basah dan kedua kakiku aku buka lebih lebar agar Andi bisa memainkan clitorisku lebih bebas lagi. Aku sudah sangat terangsang ketika Andi mengajakku mandi.

Dia mengguyur badanku dengan air lagi berkali-kali dan kami mulai menyabuni satu sama lain. Andi mulai dengan buah dadaku, punggungku, pantatku dan kemudian ke selangkanganku. Kakiku aku buka lebih lebar lagi dan lututku aku tekuk sedikit. Sambil menciumiku, Andi terus menyabuni vagina dan klitorisku. Bibir vaginaku dibuka sedikit olehnya dan kemudian dia mulai menyabuni bagian dalam vaginaku. Andi melakukannya dengan lembut sehingga aku tidak merasa sakit atau perih. Setelah itu giliran aku yang menyabuni dia. Selangkangannya aku sabuni, juga penisnya yang masih berdiri tegak. Aku tahu Andi menikmati itu karena dia tidak mau aku berhenti. Kira-kira lima menit kemudian kami mengguyur badan kami yang masih bersabun dan lalu mengeringkan badan dengan handuk.

Andi kemudian memintaku berbaring di ranjangnya. Aku berjalan ke ranjangnya dan tiduran telentang menghadap Andi yang berdiri di depan ranjangnya. Lama dia memandangi aku sampai kemudian menyuruhku membuka kedua kakiku. Aku sudah sangat terangsang dan aku turuti permintaannya. Kedua kakiku aku buka lebar, kedua tanganku aku angkat di atas kepala dan aku biarkan Andi menikmati tubuh telanjangku. Andi kemudian berdiri di atas lututnya di sisi ranjang dan menarik badanku ke arahnya. Sekarang pinggulku persis di sisi ranjang dan Andi memegang kedua lututku.

Kedua kakiku dia buka lebar-lebar dan Andi mulai menjilati selangkanganku, dimulai dari pahaku bagian dalam. Andi kemudian menjilati bibir vaginaku. Aku sudah sangat terangsang dan vaginaku basah. Sambil memejamkan mata aku terus mendesah hebat, apalagi setelah Andi mulai menjilati klitorisku. Mendengar desahanku, Andi semakin bernafsu dan sekarang dia membuka bibir vaginaku dan mulai menjilatiku dari arah bawah sampai klitorisku. Katanya cairan vaginaku sedikit asin tapi tidak berbau sama sekali. Memang aku sangat hati-hati untuk menjaga kebersihan vaginaku. Andi terus menjilatiku sampai aku orgasme. Setelah aku orgasme, Andi berdiri dan dengan perlahan-lahan memasukkan penisnya ke vaginaku dan mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur. Rasanya sungguh nikmat dan menurutku bercinta dengan Andi lebih enak dibandingkan dengan pacarku yang dulu karena dia sangat berhati-hati untuk tidak menyakitiku.

Beberapa menit kemudian Andi memintaku untuk berubah posisi sehingga aku sekarang duduk di atas dia. Perlahan-lahan aku masukkan kembali penisnya ke vaginaku dan aku mulai menggoyangkan pinggulku di atas dia. Kedua tanganku aku angkat ke atas dan tangan Andi mulai meremas-remas dan memainkan buah dadaku. Andi bilang kalau buah dadaku besar dan kenyal. Aku terus menggoyangkan pinggulku, ke depan belakang dan juga naik turun sampai aku orgasme untuk kedua kalinya. Tidak lama kemudian Andi bilang kalau dia sudah mau keluar dan cepat-cepat aku lepaskan penisnya dari dalam vaginaku. Waktu itu kami tidak siap dengan kondom dan aku tidak mau sampai hamil, jadi terpaksa aku harus cepat-cepat lepaskan.

Kemudian aku pegang penisnya dan mulai mengocok-ngocok penisnya sampai Andi orgasme. Spermanya keluar banyak sekali sampai muncrat ke leher dan dadaku. Setelah orgasme Andi terlihat lelah dan kemudian aku peluk dia dengan erat. Kami berpelukan cukup lama dan baru setelah itu ke kamar mandi lagi untuk membersihkan badan kami. Apa yang baru kami lakukan benar-benar pengalaman yang tidak terlupakan. Malam itu aku tidur di kamar Andi setelah kembali bercinta dengan berbagai posisi sebelum tidur. Keesokan harinya kami berdua tidak keluar rumah dan menghabiskan waktu untuk bercinta atau bermalas-malasan di kamar. Selama beberapa hari di rumah berdua, Andi tidak membolehkan aku untuk mengenakan pakaian. Dengan tanpa mengenakan apa-apa kami melakukan berbagai aktivitas seperti memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah dan nonton TV. Awal-awalnya aku masih merasa aneh berjalan-jalan di sekitar rumah tanpa pakaian, tapi lama-lama aku menikmati juga kebebasan itu. Aktivitas-aktivitas gila itu harus kami hentikan setelah pembantu dan kedua teman kontrakanku kembali ke Jakarta.

Hubunganku dengan Andi berlanjut sampai kuliah kami selesai. Selesai kuliah Andi kembali ke Surabaya untuk membantu usaha ayahnya dan aku sendiri kerja di Jakarta. Setahun pertama kami masih meneruskan hubungan lewat telpon dan sekali-sekali Andi datang ke Jakarta. Awal tahun ini Andi mulai jarang menelponku dan banyak pikiran negatif berkecamuk di benakku. Karena takut kejadian yang sama menimpaku lagi, aku memutuskan hubungan baik-baik dengan Andi. Aku tidak tahu apakah saat ini Andi sudah punya pacar lagi atau tidak. Terus terang aku tidak mau tahu dan aku hanya mau mengenang saat-saat indahku dengan Andi. Aku yakin satu saat aku pasti akan mendapatkan penggantinya.

Tamat




sumber


Foto Hot | Queen Lanny Berpose Seksi Di Majalah Popular

Model Queen Lanny memang tidak setenar Tina Toon, tapi dalam berpose seksi Queen Lanny jangan ditanya, hot sekali simak saja fotonya di Majalah Popular di bawah ini
queen Foto Queen Lanny Model Majalah Popular
queen1 Foto Queen Lanny Model Majalah Popular
queen2 Foto Queen Lanny Model Majalah Popular
queen3 Foto Queen Lanny Model Majalah Popular
queen4 Foto Queen Lanny Model Majalah Popular
queen5 Foto Queen Lanny Model Majalah Popular



Cerita Dewasa | Kutukan Seks Dan Selembar Kain Hitam

Julianto mencari-cari bukunya yang hilang dengan kepanikan yang tinggi. Dia mengobrak-abrik seluruh laci yang ada dalam kamarnya. Dia berkeringat dingin. Dia sendiri tidak bisa membayangkan apa jadinya nanti seandainya buku porno itu jatuh ke tangan ibunya. Dia sangat takut. Tiga tahun yang lalu dia juga pernah tertangkap guru karena membawa VCD porno ke sekolah tetapi, untung baginya karena dia bisa menyembunyikan masalah itu dari ibunya. Kali ini dia sungguh tidak bisa lolos lagi.

"Ke mana buku itu, Julianto Hongaris?" tanyanya kepada dirinya sendiri.
"Mengapa kau bisa begitu bodoh dalam menyimpan barang-barang pribadimu?"

Julianto membolak-balikkan badannya menerka-nerka kapan dia membaca buku itu terakhir kali. Tetapi sia-sia saja dia mencari dan memeras otaknya karena dia tidak ingat lagi di mana dia meletakkan buku itu terakhir kalinya.

"Semoga saja buku itu tidak jatuh ke tangan Ibu," Julianto berdoa dalam hati.

Julianto pun menyerah. Dia pun merebahkan dirinya ke atas tempat tidur. Beberapa saat kemudian, timbul niat dalam dirinya untuk masturbasi. Perlahan-lahan dia mulai menanggalkan pakaiannya. Tampaklah badannya yang besar berotot dibalut oleh singlet yang berwarna putih. Dia berjalan ke depan cermin dan dia melihat sosok seseorang yang kekar berotot yang berdiri dengan tegak di sana. Entah kenapa dia harus melihat dirinya yang telanjang dulu di depan cermin baru dia bisa bermasturbasi dengan kenikmatan yang tinggi.

Setelah dia melepaskan celana panjang dan celana dalamnya yang berwarna coklat hitam, dia memulai aksinya dengan dibantu oleh sebotol minyak makan. Dia ingin mengambil body lotion miliknya yang berada dalam kamar mandi. Namun, gairahnya yang sudah mencapai titik puncak di kepala tidak memungkinkan dirinya untuk berjalan ke kamar mandi walau hanya berjarak beberapa senti. Terlintas di benaknya untuk mempergunakan minyak makan yang ada di piring bekas dia menikmati goreng pisang tadi.

"Aah..!!" perlahan-lahan tetapi pasti kenikmatan mulai datang. Aliran listrik itu mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Oh..!! Sshh.."

Julianto pun mempercepat gerakan tangannya untuk mendapatkan kenikmatan yang betul-betul diinginkannya. Akhirnya dia bisa memperolehnya setelah dia melalui perjuangan yang sangat panjang sekali. Namun, sebelum dia memuntahkan spermanya ke depan cermin dia menghentikan dulu gerakannya dan menikmati puncak kenikmatan yang menderanya tanpa berejakulasi.

"Wah! Perasaan seperti ini sangat nikmat. Lebih nikmat lagi apabila dibandingkan dengan orgasme yang benar-benar dibarengi dengan ejakulasi. Aku sudah latihan dengan sangat tekun sehingga aku bisa menikmati orgasme seperti ini," kata Julianto kepada dirinya sendiri.
"Aarghkk.." suara Julianto berubah menjadi seperti suara lembu tatkala dia sudah benar-benar tidak tahan dan menyemburkan air maninya ke depan cermin.

Setelah kenikmatan itu berangsur-angsur hilang, tubuhnya pun melemas kembali. Dia cepat-cepat mengenakan celana dalamnya kembali sebelum dia berbaring di atas tempat tidur. Pria itu pun memejamkan matanya mengistirahatkan dirinya setelah melalui permainan seks yang sangat panjang. Tiba-tiba saja, kira-kira 15 menit setelah dia jatuh tertidur dia merasakan ada yang meremas-remas penisnya yang terbalut celana dalam. Dia tidak membuka matanya dan melihat apa yang terjadi melainkan dia menikmati tangan yang meremas-remas penisnya itu.

Tangan itu makin lama makin nakal. Dia menarik penis Julianto dan memainkannya dengan jari-jari jemarinya yang gemulai. Julianto pun mengerang-erang penuh rasa nikmat di atas tempat tidur. Dia merasakan mulut orang itu mulai menyapa ujung penisnya yang berdiri tegak seperti rudal AS yang sudah siap diterbangkan ke antariksa.

"Jangan berhenti! Aku ingin lebih.. Oh..! Aku sudah ingin keluar," jerit Julianto halus.

Orang itu berganti posisi setelah dia puas dengan permainannya yang mengulum-ngulumg penis Julianto. Dia memasukkan penis Julianto ke dalam liang vaginanya dan menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan dengan kecepatan tinggi. Badan Julianto berjingkrak-jingkrak karena dia tak mampu mengendalikan kenikmatan itu. Orang itu menarik tangan Julianto dan meletakkan tangan Julianto di payudaranya yang menggembung sementara dia memulai gerakan maju mundur yang membuat penis Julianto semakin menegang dan membesar. Tentu saja Julianto tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia memainkan puting susu wanita itu dan sesekali dia menjilat payudara si wanita sampai wanita itu menjerit dengan kenikmatan yang memuncak.

"Arrghkk.." teriak Julianto disertai dengan suaranya yang mendesis tajam karena air maninya tumpah ruah di dalam liang vagina si wanita. Crot! Crot! Crot! Karena air maninya keluar terlalu banyak, ada beberapa tetes yang keluar dan menodai tempat tidur.

Namun, si wanita tidak menghentikan gerakan maju mundurnya. Dia meneruskan gerakan itu sampai batang penis Julianto menjadi lelah dan lemah. Julianto ingin membuka matanya dan melihat siapa wanita yang sedang berhubungan seks dengannya sekarang ini. Tapi, kelelahannya sungguh membuat dia tidak sanggup melakukan apa pun termasuk membuka mara. Dia hanya bisa pasrah batang penisnya dijadikan sebagai sebuah samurai pelepas nafsu. Julianto sampai orgasme beberapa kali. Orgasmenya yang terakhir kali yaitu di mulut si wanita yang mengulum-ngulum batang penisnya.

Wanita itu pun melepaskannya. Tubuh Julianto pun terkulai lemas di atas tempat tidurnya. Setelah wanita itu memakaikan kembali celana dalamnya, wanita itu pun membuka pintu kamar Julianto dan keluar. Julianto mengerahkan seluruh tenaganya yang tersisa untuk membuka matanya. Dia sempat melihat wajah teman tidurnya itu sebelum teman tidurnya itu keluar dari kamar. Dia tersentak kaget begitu melihat wajah itu.

"Wajah itu.. Wajah itu.. Mengingatkan aku akan sesuatu. Seharusnya, wanita itu sudah meninggal beberapa hari yang lalu. Mengapa dia bisa datang ke kamarku dan berhubungan seks denganku? Mengapa dia bisa masuk ke rumah ini? Siapa dia? Mengapa aku merasa aku sangat mengenalnya? Rasanya aku pernah melihat wajah wanita itu di sebuah buku," kata Julianto dalam hati. Beberapa saat kemudian dia pun jatuh ke dalam alam mimpi.

*****

Julianto berjalan masuk ke dalam sekolahnya. Dengan santai dia melangkah ke dalam kelas. Dia meletakkan tasnya dan dia berjalan ke kamar mandi. Pelajaran memang belum dimulai tetapi sekolahnya sudah dipenuhi oleh murid-murid SMU sepertinya. Dia merasa sesak kencing dan dia ingin membuang semua air seni itu. Dia berjalan ke kamar mandi tetapi pintu kamar mandi itu ditutup dan dia merasa aneh mengapa pintu itu bisa ditutup. Biasanya pintu itu tidak pernah ditutup. Dia membuka pintu. Setelah berjalan beberapa langkah dia berhenti.

"Aargghkk..!! Air vaginaku akan segera menyembur, Sayang," teriak murid wanita itu karena dia sudah mencapai orgasme setelah beberapa kali 'ditusuk' oleh si murid pria yang hanya mengenakan celana abu-abu sampai ke paha.
"Aku juga ingin keluar, Sayang. Ohh.."

Si pria langsung mengeluarkan batang kemaluannya dari dalam liang vagina si wanita dan mengocok-ngocok penisnya itu dengan penuh rasa nikmat. Crot! Crot! Crot! Air maninya berhamburan keluar mengotori wajah si wanita.

"Ternyata kalian yang mengambil bukuku ya?" kata Julianto karena dia melihat buku itu diletakkan di atas wastafel yang panjang.
"Aku sangat cemas kemarin. Aku mencarinya ke sana ke sini tetapi aku tidak bisa menemukannya. Kalau kalian yang mengambil sih sebenarnya aku tidak keberatan"
"Maafkan kami, Julianto! Kami ingin sekali mencoba beberapa gaya yang ada dalam bukumu. Kami sangat puas dengan buku itu. Kami merasakan kenikmatan yang tiada tara," kata si wanita sambil mulai mengenakan pakaiannya.
"Eh! Buku apa ini?" tanya Julianto sambil mengambil buku yang lain yang juga diletakkan di atas wastafel panjang itu.
"Itu adalah buku yang menceritakan tentang kutukan dari seorang wanita penyihir," kata si pria yang mulai mengancingkan kemejanya.
"Penyihir wanita itu sangat jahat. Dia suka mengambil hawa pemuda dan pemudi seperti kita. Dia bisa berubah menjadi pria ataupun wanita. Apakah kau pernah mendengarnya? Buku ini baru saja kami beli tadi pagi"

Julianto merasa kaki dan badannya menjadi lemas. Sekarang dia mengingat wajah wanita yang kemarin. Sekarang dia mengingat di mana dia pernah melihat wajah wanita itu. Buku itu langsung terlepas dari dalam genggaman tangannya. Dia membuka celananya dan cepat-cepat menanggalkan celana dalamnya. Bau busuk mulai menyerang hidungnya. Dalam sekejap seluruh ruangan itu dipenuhi oleh bau busuk yang menyengat hidung.

"Astaga! Busuk sekali! Mengapa bisa begitu busuk? Dari mana datangnya bau busuk ini?" jerit si wanita.

Dia ingin membuka pintu dan segera berlari keluar dari ruangan itu tetapi pintu kamar itu benar-benar tidak bisa dibuka.

"Pintunya tidak bisa dibuka. Kita harus cepat keluar. Kita bisa mati kehabisan napas di sini," teriak si pria.

Batang penis Julianto mulai membusuk. Kutukan itu bekerja dengan cara yang begitu mengerikan. Dalam waktu yang sangat singkat Julianto roboh ke lantai dan tubuhnya dikerumuni oleh belatung-belatung kecil yang menjijikkan. Kedua orang yang juga berada dalam kamar mandi itu menjerit ketakutan melihat kondisinya. Si wanita mulai memegang lehernya karena oksigen yang ada dalam kamar mandi itu mulai habis. Lama-kelamaan dua orang itu pun roboh ke lantai dan tidak sadarkan diri. Keduanya berbaring dengan tenang ditemani oleh belatung-belatung kecil dan bau busuk yang sangat menyengat.

"Kalian berdua juga terkena kutukan karena kalian juga berada dalam kamar mandi ini sewaktu kutukan ini bekerja. Kutukan ini tidak mengenal orang ataupun waktu. Kegelapan akan segera menyelimuti. Semuanya akan hancur dalam kenikmatan seks yang mematikan. Ha.. Ha..!!" terdengar suara seorang wanita yang bergema.

Muncul selembar kain hitam dan kain hitam itu jatuh di atas mayat Julianto yang membusuk.


Tamat





sumber


Cerita Dewasa | Pemerkosaan Pegawai Bank Oleh Satpam

Rida adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama walaupun pada cabang yang berbeda. Ia memiliki tubuh yang kencang. Wajahnya cukup manis dengan bibir yang penuh, yang selalu dipoles dengan lipstik warna terang. Tentu saja sebagai seorang teller di bank penampilannya harus selalu dijaga. Ia selalu tampil manis dan harum.

Suatu hari di sore hari Rida terkejut melihat kantornya telah gelap. Berarti pintu telah dikunci oleh Pak Warto dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum akan pulang. Mungkin mereka mengira ia sudah pulang. Baru saja ia akan menggedor pintu, biasanya para satpam duduk di pintu luar. Ada kabar para satpam di kantor bank tersebut akan diberhentikan karena pengurangan karyawan, Rida merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa. Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berarti banyak juga korban PHK kali ini.

"Mau kemana Rida?", tiba-tiba seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.
Rida terkejut, ada Warto dan Diman. Mereka menyeringai.
"Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang dulu..", Rida menyapa mereka berdua yang mendekatinya.
"Rida, kami bakal diberhentikan besok..", Warto berkata.
"Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..", Rida menjawab.
Di luar hujan mulai turun.
"Kalau begitu.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak", tiba-tiba Diman yang lebih muda menjawab sambil menatapnya tajam.
"I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..", Rida menjawab.

Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Warto mencekal lengan Rida. Sebelum Rida tersadar, kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka.
"Aah! Jangan Pak!".
Diman menarik blus warna ungu milik Rida. Gadis itu terkejut dan tersentak ketika kancing blusnya berhamburan. "Sekarang aja Rida. Kenang-kenangan untuk seumur hidup!".
Warto menyeringai melihat Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih berenda. Rida berusaha meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.
"Jangann! Lepaskann!", Rida berusaha meronta.

Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu Rida. Kedua lelaki itu sudah sejak lama memperhatikan Rida. Gadis yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang dan sintal. Diam-diam mereka sering mengintipnya ketika ke kamar mandi. Saat ini mereka sudah tak tahan lagi. Rida menyepak Diman dengan keras.
"Eit, melawan juga si Mbak ini..", Diman hanya menyeringai.
Rida di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan di meja itu berhamburan bersih.
"Aahh! Jangan Pak! Jangann!", Rida mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.
Sementara kedua tangannya terus dicekal Warto, Diman sekarang lebih leluasa menurunkan celana panjang ungu Rida. Sepatunya terlepas.

Diperlakukan seperti itu, Rida juga mulai merasa terangsang. Ia dapat merasakan angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya telah terlepas jatuh. Rida lemas. Hal ini menguntungkan kedua penyiksanya. Dengan mudah mereka menanggalkan blus dan celana panjang ungu Rida. Rida mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Rida yang kencang mulai ditepuk oleh Warto bertubi-tubi, "Plak! Plak!".

Tubuh Rida memang kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging di meja seperti ini ia tampak sangat menggairahkan. Diman menjambak rambut Rida sehingga dapat melihat wajahnya. Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.
"Sret!", Rida tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik robek.
Menyusul branya ditarik dengan kasar. Rida benar-benar merasa terhina. Ia dibiarkan hanya dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis Warto yang besar dan keras mulai melesak di vaginanya.
"Ouuhh! Adduhh..!", Rida merintih.
Seperti anjing, Warto mulai menyodok nyodok Rida dari belakang. Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Rida hanya mampu menangis tak berdaya.

Tiba-tiba Diman mengangkat wajahnya, kemudian menyodorkan penisnya yang keras panjang. Memaksa Rida membuka mulutnya. Rida memegang pinggiran meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sementara Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit mengikuti sentakan-sentakan tubuh mereka. Warto mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan. Bibir Rida yang penuh itu terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang terus keluar masuk di mulutnya. Tiba-tiba Warto mencabut kemaluannya dan menarik Rida.
"Ampuunn.., hentikan Pak..", Rida menangis tersengal-sengal.
Warto duduk di atas sofa tamu. Kemudian dengan dibantu Diman, Rida dinaikkan ke pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terbuka.

"Slebb!", kemaluan Warto kembali masuk ke vagina Rida yang sudah basah.
Rida menggelinjang ngilu, melenguh dan merintih. Warto kembali memeluk Rida sambil memaksa melumat bibirnya. Kemudian mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Rida masih tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto ketika dirasakannya sesuatu yang keras dan basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.
"Nghhmm..! Nghh! Jahannaamm..!", Rida berusaha meronta, tapi tak berdaya.

Warto terus melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. Rida lemas tak berdaya sementara kedua lubang di tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari depan maupun belakang. Tubuhnya yang basah oleh peluh semakin membuat dirinya tampak erotis dan merangsang. Juga rintihannya. Tiba-tiba gerakan kedua pemerkosanya yang semakin cepat dan dalam mendadak berhenti. Rida ditelentangkan dengan tergesa kemudian Warto menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu. Rida gelagapan ketika Warto mengocok mulutnya kemudian mendadak kepala Rida dipegang erat dan..
"Crrt! Crrt!", cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.
Rida merasa akan muntah. Tapi Warto terus menekan hidung Rida hingga ia terpaksa menelan cairan kental itu. Warto terus memainkan batang kemaluannya di mulut Rida hingga bersih. Rida tersengal sengal berusaha menelan semua cairan lengket yang masih tersisa di langit-langit mulutnya.

Mendadak Diman ikut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Rida. Kembali mulut gadis itu diperkosa. Rida terlalu lemah untuk berontak. Ia pasrah hingga kembali cairan sperma mengisi mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Rida menangis sesenggukan. Diman memakai celana dalam Rida untuk membersihkan sisa spermanya.
"Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk..", ujar Warto sambil membuka pintu belakang.
Tak lama kemudian 3 orang satpam lain masuk.
"Ayo, sekarang giliran kalian!", Rida terkejut melihat ke-3 satpam bertubuh kekar itu.
Ia akan diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia sudah pamit dengan teman sekamarnya Ita, bahwa ia tak pulang malam ini karena harus ke rumah saudaranya hingga tentu tak akan ada yang mencarinya.

Rida ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang sudah membuka pakaiannya masing-masing hingga Rida dapat melihat batang kemaluan mereka yang telah mengeras.
"Ayo Rida, kulum punyaku!", Rida yang hanya mengenakan stocking itu dipaksa mengoral mereka bergiliran.
Tubuhnya tiba-tiba di buat dalam keadaan seperti merangkak. Dan sesuatu yang keras mulai melesak paksa di lubang anusnya.
"Akhh.., mmhh.., mhh..", Rida menangis tak berdaya.
Sementara mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.
"Akkghh! Isep teruss..!, Ayoo".
Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang ketika cairan spermanya muncrat mengisi mulut Rida. Gadis itu gelagapan menelannya hingga habis. Kepalanya dipegangi dengan sangat erat. Dan lelaki lain langsung menyodokkan batang kemaluannya menggantikan rekannya. Rida dipaksa menelan sperma semua satpam itu bergiliran. Mereka juga bergiliran menyodomi dan memperkosa semua lubang di tubuh Rida bergiliran.

Tubuh Rida yang sintal itu basah berbanjir peluh dan sperma. Stockingnya telah penuh noda-noda sperma kering. Akhirnya Rida ditelentangkan di sofa, kemudian para satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di wajahnya, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Rida dan mengocoknya disana, hingga secara bergiliran sperma mereka muncrat di seluruh wajah Rida.

Ketika telah selesai Rida telentang dan tersengal-sengal lemas. Tubuh dan wajahnya belepotan cairan sperma, keringat dan air matanya sendiri. Rida pingsan. Tapi para satpam itu ternyata belum puas.
"Belum pagi nih", ujar salah seorang dari satpam itu.
"Iya, aku masih belum puas..".
Akhirnya muncul ide mereka yang lain.

Tubuh telanjang Rida diikat erat. Kemudian mereka membawanya ke belakang kantornya. Bagian belakang bank itu memang masih sepi dan banyak semak belukar. Rida yang masih dalam keadaan lemas diletakkan begitu saja di sebuah pondok tua tempat para pemuda berkumpul saat malam. Hujan telah berhenti tetapi udara masih begitu dinginnya. Mulut Rida disumpal dengan celana dalamnya. Ketika malam semakin larut baru Rida tersadar. Ia tersentak menyadari tubuhnya masih dalam keadaan telanjang bulat dan terikat tak berdaya. Ia benar-benar merasa dilecehkan karena stockingnya masih terpasang.

Tiba-tiba saja terdengar suara beberapa laki-laki. Dan mereka terkejut ketika masuk.
"Wah! Ada hadiah nih!", aroma alkohol kental keluar dari mulut mereka.
Rida berusaha meronta ketika mereka mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Tapi ia tak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka segera menyalakan lampu listrik yang remang-remang. Tubuh Rida mulai dijadikan bulan-bulanan. Rida hanya bisa menangis pasrah dan merintih tertahan.

Ia ditunggingkan di atas lantai bambu kemudian para lelaki itu bergiliran memperkosanya. Semua lubang di tubuhnya secara bergiliran dan bersamaan disodok-sodok dengan sangat kasar. Kembali Rida bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada dan wajahnya. Setiap kali akan pingsan, seseorang akan menampar wajahnya hingga ia kembali tersadar.
"Ini kan teller di bank depan?"

Mereka tertawa-tawa sambil terus memperkosa Rida dengan berbagai posisi. Rida yang masih terikat dan terbungkam hanya dapat pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih dan merah kekuningan mengalir dari lubang pantat dan vaginanya yang telah memerah akibat dipaksa menerima begitu banyak batang penis. Ketika seseorang sedang sibuk menyodominya, Rida tak tahan lagi dan akhirnya pingsan. Entah sudah berapa kali para pemabuk itu menyemprotkan sperma mereka ke seluruh tubuh Rida sebelum akhirnya meninggalkannya begitu saja setelah mereka puas.

Tamat





sumber


Foto Hot Model Laras Monca Di Majalah Popular

Laras Monca, gadis berusia 24 tahun ini memang terbilang cukup berani dalam berperan. Imej seksi juga sudah terlanjur melekat dalam dirinya. Memulai karirnya di dunia entetainment sebagai model majalah pria dewasa. Kini ia terjun mencoba peruntungan di dunia akting. Laras baru saja menyelesaikan film terbarunya 'Pulau Hantu 3′. Seperti biasa, ia cukup spesialis untuk berperan sebagai wanita penggoda. Dan inilah foto-foto hot Laras Monca di Majalah Popular.



Foto Hot Nanda Model Majalah Popular

Salah satu model cantik tanah air Nanda beberapa waktu lalu menghiasi Majalah Popular. Simak saja Foto Nanda Model Cantik Majalah Popular tersebut di bawah ini

nanda Foto Nanda Model Cantik Majalah Popular

nanda1 Foto Nanda Model Cantik Majalah Popular

nanda2 Foto Nanda Model Cantik Majalah Popular

nanda3 Foto Nanda Model Cantik Majalah Popular

nanda4 Foto Nanda Model Cantik Majalah Popular
nanda5 Foto Nanda Model Cantik Majalah Popular






Indahnya Payudara Si Cantik Helen Flanagan

Helen Flanagan kembali tampil syur di dalam sebuah acara organisasi pecinta binatang (PETA). Ia mengenakan korset warna putih sementara payudaranya dibiarkan menyembul.
Seperti dikutip TheSun, Helen menghadiri acara Peta di London, Kamis (23/5). Acara itu sendiri adalah peresmian poster terbaru dari Peta di mana Helen sebagai modelnya.
Artis cantik kelahiran 7 Agustus 1990 ini berpose sambil tiduran di atas batu besar.Ia juga tampil seksi sambil mengenakan korset putih dan celana jins dengan dirambut pirangnya yang diikat.
Selain menampilkan poster dengan model Helen Flanagan, Peta juga merilis video tentang betapa sadisnya pemakaian kulit hewan untuk industri fashion.
“Ketika orang melihat rekaman tentang apa yang terjadi pada hewan yang dibunuh untuk untuk dimanfaatkan kulitnya, orang tidak akan mau berurusan dengan industri kulit. Orang-orang akan bergabung dengan saya dalam meninggalkan satwa liar keluar dari lemari mereka,” tutur Helen di acara tersebut.